Kamis, 02 Juli 2009

Taman Nasional Kerinci Sebelat

Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) adalah Kawasan pelestarian alam yang
kaya akan keanekaragaman hayati dan fenomena alam yang khas. Di dalam kawasan
ini mempunyai ciri keindahan alam yang dapat dikembangakan sebagai tempat
wisata, penelitian dan ilmu pengetahuan lainnya.



TNSK merupakan Asset Nasional dan bahkan International yang memiliki nilai
sangat strategis untuk kelangsungan pelestarian keaneka ragaman hayati. TNKS
mempunyai luas 1.484.650 ha dan mempunyai 4000 macam flora, 37 jenis mamalia,139
jenis burung, 10 jenis reptil, 6 jenis amphibi, 6 jenis primata. Disamping itu
juga terdapat hewan aneh yang disebut oleh penduduk Orang Pendek



Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)



Kawasan Taman nasional Kerinci Seblat mempunyai luas areal 1.484.650 Ha,
terbentang di 4 wilayah propinsi yaitu : Sumatra Barat, Sumatra Selatan,
bengkulu dan Jambi. 40% dari kawasan TNKS berada di wilayah Propinsi Jambi,
Kabupaten kerinci dan Kabupaten Sarko. Sedangakan pusat kawasan TNKS terletak di
Kabupaten Kerinci.



Daerah Tk. II Kerinci dengan ibukotanya Sungai penuh terletak pada bagian barat
Propinsi Jambi dengan Jarak + 491 km dari kota Jambi dapat ditempuh dengan
kendaraan roda empat. Daerah ini merupakan dataran tinggi yang terletak padav
ketinggian 600-3.500 meter DPL. pada kawasan ini terdapat gunung yang tertinggi
di Pulau Sumatra yang bernama Gunung Kerinci serta danau Gunung Tujuh yang
merupakan Danau Air tawar tertinggi di Asia tenggara. Jenis flora yang ada
dikawasan tersebut + 4.000 macam dan didominasi oleh famili Dipterocar,
Leguminase, Lauracere dan Ericarare.


Jenis fauna yang terdapat dikawasan TNKS terdiir dari 30 jenis mamlia, 139
jenis burung, 10 jenis reftil, 6 jenis amphibi dan 6 jenis primata. Sedangkan
satwa langka yang terdapat dikawasan tersebut adalah Badak, Gajah, Tapir,
Harimau Sumatra, macan Akar, Siamang, Ungko dan simpai.



Menurut penduduk, dalam kawasan TNKS terdapat mahluk hidip yang sampai sekarang
masih menjadi misteri, apkah tergolong hewan atau manusia. Karena menurut
penduduk setempat mahluk tersebut diberi nama Orang Pendek. Dan Sigung sebagai
penguasa Hutan mempunyai ciri pemalu, berjalan dengan tumit menghadap kedepan
tidak berekor dan berbadan kekar.



TNKS sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang
dikelola dengan sistem zonasi dan dimanpaatkan untuk kepentingan penelitian,
ilmu pengetahuan ,pendidikan, menunjang kebudayaan, rekreasi dan pariwisata.
Sedangkan fungsinya adalah sebagai perbandingan sistem penyangga kehidupan,
pengawasan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, serta
pemanpaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.



Pada saat ini kantor TNKS di sungai penuh hanya dapat dicapai melalui jalan
darat dari Padang, Jambi Bengkulu dan palembang. Dari kota-kota tersebut Sungai
penuh dapat dicapai lewat jalan utama sebagai berikut :



  • Dari Padanag terdapat dua jalan alternatif yaitu menyusuri pantai barat
    sampai kedaerah Bukit Tapan, kemudian menuju ketimir melalui jalan umum
    didalam kawasan menuju Sungai Penuh, dari arah barat yang dapat ditempuh
    selama 7 - 8 jam. Alternatif kedua jalan Alahan Panjang - Muara Labuh
    Memintas kawasan pada daerah letter W diselatan Lubuk Gadang dan memasuki
    lembah Kerinci dari utara yang dapat ditempuh selama 6 - 7 jam.

  • Dari Jambi hanya ada satu jalan alternatif yaitu melalui Muara Bulian,
    Sarolangun bangko dan menyusuri jalan di lereng-lereng bukit sampai Muara
    Empat dan memasuk9I lembah Kerinci dari arah Timur. Jalur ini dapat ditempuh
    selama 8 - 9 jam.

  • Dari bengkulu terdapat dua jalan alternatif yaitu melalui jalan Pantai
    Barat menuju Muko-muko dan Bukit tapan, kemudian memasuki lembah Kerinci
    dari arah barat yang dapat ditempuh selama 9 - 10 jam. Jalan lainnya adalah
    kearah timur melalui Lubuk Linggau dan jaln lintas Sumatra bangko, kemudian
    memasuki lembah Kerinci lewat Muara Imat. Jalan alternatyif ini dapat
    ditempuh selama 11 - 12 jam


Dari Palembang terdapat dua jalan alternatif. Alternatif pertama adalah
melalui Lubuk Linggau kemudian Sarolangun Bangko yang dapat ditempuh selama 12 -
13 jam. Alternatif kedua adalah melalui jalan Palembang - Jambi kemudian lansung
ke Muara Bulian melalui Tempino selanjutnya menuju Sarolangun Bangko yang dapat
ditempuh selama 11 - 12 jam.



Dibeberapa lokais, perbatasan kawasan dapat dicapai melalui jalan dengan kondisi
beragam bahkan seringkali melintasi sungai yang hanya dapat dilalui dengan
kendaraan bergardan ganda atau sepeda motor. Beberapa jalan tersebut adalah:



  • Curup -Muara Aman-Kelenong, dapat ditempuh selama 3 jam.

  • Di Lubuk Linggau melalui beberapa jalan kecil menuju kawasan dapat
    ditempuh selama 10 - 15 menit.

  • Sarolangun - Pulau Kidak dengan kendaraan selama 1 jam dan selanjutnya
    dengan perahu Ke Napal Licin yang dapat ditempuh selama 2 - 3 jam.

  • Jalan Bangko-Dusun Tuo-Muara Manderas-Sungai Lalang dapat ditempuh
    dengan kendaraan umum selama 3 jam.

0 komentar:

Poskan Komentar