Taman Nasional Bukit Tigapuluh memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi
dan sebagai perwakilah hutan basah tropis dataran rendah di Sumatera. Kawasan
yang diperkrakan seluas 127.698 ha. (Menurut SK Menhut RI No. 539/Kpts-2/95) ini
berada pada daerah perbatasan Riau dan Jambi, berfungsi sebagai daerah tangkapan
dan pengatur tata air bagi daerah sekitarnya. Kawasan ini berupa perbukitan yang
berada pada dataran rendah dan rawa dipantai Timur Sumatera dengan topografi
lebih dari 40%. Oleh sebab itu penting untuk dikonservasikan. Bukit Tigapuluh
merupakan Taman Nasional yang pertama di Indonesia dari hutan konsesi penebangan
menjadi kawasan konservasi.
Pada kawasan ini terdapat ribuan spesies tumbuhan dan hewan, bahkan beberapa
diantaranya terancam punah. Saat ini baru terekam oleh penelitian NORINDRA
sebanyak 660 spesies tumbuhan termasuk 246 tumbuhan obat-obatan yang digunakan
oleh penduduk lokal untuk jenis mamalia baru tercatat 59 spesies, lima
diantaranya terancam punah dan tercatat sebanyak 192 spesies burung yang 1/3
diantara spesies berada di Sumatera. Di dalam dan sekitar kawasan bermukim
masyarkat tradisional yaitu suku kubu, Talang Mamak, dan Melayu yang memiliki
pengetahuan tentang alam.
Lajunya pertumbuhan penduduk dan pengrusakan hutan menjadi ancaman serius bagi
habitat kawasan ini untuk itu butuh keterpaduan dan peran serta aktif seluruh
lapisan masyarakat dalam mengelolaanya.
"Sebelum semuanya sirna dan menjadi petaka bagi anak cucu, mari kita jaga
Titipan Anak Benua Kepada Dunia ini. "
0 komentar:
Poskan Komentar